pemilu sudah dekat , para caleg telah memasang fotonya di mana-mana. ada dipohon , tiang listrik, di perempatan jalan , didepan rumah, dikaca belakang mobil. yang mau jadi presidenpun sudah beberapa yang percaya diri memasang iklan nasionalisme di tivi-tivi swasta. ada juga yang punya stasiun tv sendiri , jadi lebih mudah sosialisasi kemasyarakat. tapi mengapa diantara mereka yang telah percaya diri mencalonkan menjadi presiden lupa memasang foto mereka di hati masyarakat?
mereka sibuk mengucapkan selamat inilah itulah , tidak ada satupun yang berbuat untuk negara. bukan ucapan selamat yang dibutuhkan masyarakat, masyarakat butuh tempat bersandar, bukan janji janji partai yang busuk, dan palsu.
tak heran bila ada golongan masyarakat memanggil-manggil nama jokowi untuk jadi presiden, padahal abang kita yang satu itu baru saja menjabat jadi gubernur. karena apa , masyarakat butuh pemimpin , pengayom , pengatur kehidupan bermasyarakat. bukan yang hobby memperkaya diri.
tapi itu hanya segelintir, masyarakat yang mau pemimpin jujur itu baru seujung kuku. seandainya keinginan masyarakat telah meluap dan bersatu dan mengerucut pada pemimpin jujur, pasti akan mengerucut pada sebuah nama.seperti pada saat SBY terpilih menjadi presiden, suara rakyat bulat dan percaya , menaruh harapan pada sosoknya, tapi apa sekarang? setelah SBY menghianati suara rakyat , rakyat telah hilang percaya, dan tak ingin hidup lagi. bukankah hidup adalah pilihan , dan rakyat saat ini tak punya pilihan . siapakah yang dipercaya jadi pemimpin bangsa ini? tidak ada kesatuan suara untuk itu , bahkan mayoritaspun tak ada.
untuk mencari sang calon , maka itu harus lahir dari hati nurani rakyat , bukan tokoh yang diciptakan pers , karena pers di indonesia masih dipertanyakan obyektifitasnya. dan juga bukan calon-calon yang sudah basi dan sudah membosankan bagi masyarakat. sang calon lahir dari keinginan masyarakat untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, dan itu harus gelombang yang besar. karena bila hanya riak-riak kecil . maka keinginan itu akan disapu dengan enteng oleh politik kotor , manusia-manusia rakus.
tetapi bila keinginan itu masih kurang , tidaklah mengherankan. karena memang masih banyak rakyat indonesia yang masih mendukung rezim korupsi karena mereka juga juga demikian.
Selasa, 07 Januari 2014
Kamis, 16 Mei 2013
emansipasi wanita dalam mencuci hasil korupsi
Ramai-ramai para wanita
pendamping pejabat korup di hujat , berbagai elemen praktisi hukum maupun
akademisi menunjukkan dasar hukum keterlibatan para isteri tersebut dalam pasal
pencucian uang . berbicara tentang cuci mencuci , memang wanita ahlinya .
karena seperti kata pepatah lama bahwa wanita itu sibuk di dapur , sumur ,dan
kasur . sejak dari dulu wanita itu wajib pandai mencuci , maka tak salah bila
dizaman korupsi seperti saat ini mereka memegang peran , meskipun itu bagian
cuci saja . para wanita yang luarbiasa ini tiba-tiba menjadi public figur .
setiap ganti channel tv , mereka tampil sebagai bintang tamu , dan dengan
penampilan yang sama sekali tidak memilukan . mereka tampil layaknya merasa
tidak bersalah dengan dalih mereka tidak tahu dari mana asal uang , dan harta
benda yang mereka terima . dan meskipun sebagian dari harta itu telah disita
oleh KPK , mereka tidak bisa semata – mata lepas tangan dan merasa suci . apalagi tak ada satupun dari mereka ini
mengaku ditipu atau dibohongi oleh suaminya . jadi sangat mudah menarik benang
merah dari kasus ini , tentu hal ini adalah tugas KPK , untuk lebih jeli dalam
melihat celah agar mereka mendapatkan sanksi yang semestinya .
Dan Tidak mudah untuk menjadi
tukang cuci semacam ini , perlu juga modal besar , bukan Cuma modal dengkul dan
sikat saja , itu terlalu oldfashion . tukang cuci zaman sekarang adalah wanita
yang cantik parasnya ,yang elok lekuk tubuhnya , bila perlu sekolahnya
tinggipula . karena apa ? yang akan disikat dan dicuci tidak main-main adalah hasil korupsi harta
negara , yang saking banyaknya di butuhkan banyak isteri untuk menghabiskannya
. bila isteri masih kurang , sekedar selingkuhanpun jadi. Yang penting bapak
pejabat senang ,harta melimpah dan pundi pundi penyimpanan bertambah banyak .
anehnya lagi , para wanita ini bukannya malu , bahkan mereka terlihat bangga
diwawancarai dari satu stasiun tv ke
stasiun tv yang lainnya . mau di bawa kemana arti emansipasi wanita Indonesia
kalau begini caranya? . layaknya peran wanita Indonesia seperti sudah surut ke
zaman sebelum RA KARTINI , tragis ! .
apakah saking emansipasinya sampai-sampai harus ikut-ikutan terlibat? , lalu
dimana sosok wanita yang katanya lemah lembut , dan penuh kasih ? berganti
menjadi wanita yang bermental materialistic , yang menilai kebahagiaan hanya
dari harta semata !
Percuma megawati menjadi presiden
, percuma krisdayanti menjadi penyanyi tenar , bila para wanita pejuang ini maju untuk mengangkat harkat dan
martabat wanita ,sementara di belakang mereka ada wanita yang bertindak sebaliknya menjadi tukang cuci harta korupsi dan
menikmati harta rampokan para suami-suami koruptor . apa kata dunia ? jangan
sampai wanita Indonesia di cap materialistis,dan bodoh . perilaku semacam ini
hanya akan membawa Indonesia ke masa-masa wanita belum mengenal pendidikan .
buat apa bersekolah tinggi-tinggi bila tidak dipakai membangun diri ,
keluarga , bangsa dan Negara? . jangan kembalikan masa – masa wanita hanya
sekedar perhiasan , karena perhiasan bisa dibeli dengan uang kotor sekalipun! .
Tak perlu menyebut nama-nama
mereka masyarakatpun sudah tahu wanita – wanita yang turut serta menikmati
harta korupsi tersebut . mereka ini hanyalah perlambangan dari ribuan bahkan
jutaan wanita-wanita penimbun harta Negara , harta yang seharusnya dinikmati
anak-anak sekolah yang tak pernah seutuhnya menikmati pendidikan gratis ,
seluruh rakyat miskin yang butuh kesehatan gratis , atau mungkin seharusnya
dipakai untuk memperbaiki jembatan kritis , memudahkan air di NTT ,dan NTB ,atau
sekedar memberikan kehidupan layak bagi rakyat papua . tapi siapa peduli? ,
suami korupsi isteripun ikut senang . mereka ini sangat kompak menari-nari
diatas penderitaan orang lain . ketika dinegara ini kaum wanitanya tidak
sensitive lagi terhadap masalah social masyarakat , maka pertanda kehancuran
Negara telah dekat . ketika para wanita tidak lagi kasihan melihat anak-anak
putus sekolah , menyeberangi jembatan maut , atau bahkan meninggal karena tidak
memiliki kartu tanda tak mampu maka wanita bukan hanya mundur kebelakang masa
RA KARTINI , tetapi mundur ke masa hokum rimba . ketika manusia saling mangsa ,
yang kuat yang berkuasa , dan yang lemah ditindas !
Negara ini sudah sangat rapuh
untuk menghadapi revolusi , ataupun reformasi jilid II . yang di butuhkan
sekarang ini adalah emansipasi wanita dalam memerangi momok menakutkan bangsa
ini yaitu korupsi . bukankah dalam sejarah diciptakannya wanita
adalah untuk menjalin kerja sama dengan kaum pria? . dan tentulah maksud TUHAN
YME adalah kerjasama yang positif tentunya , maka dari itu sudah layaknya para
kaum wanita yang tersesat kembali kejalur emansipasi yang sebenarnya , bukan
kembali kesumur untuk mencuci !
Kamis, 09 Mei 2013
TERORISME JURUS JITU UNTUK MERUSAK CITRA ISLAM
Penggerebekan teroris 8 mei 2013
di jawabarat kemarin ,mengingatkan kembali ingatan kita bahwa negara kita
sebagai tempat tumbuh suburnya kegiatan terorisme . tapi siapakah mereka?
Pejuang islamkah? Atau orang – orang yang diperdaya untuk merusak agamanya
sendiri ? . karena Nabi MUHAMMAD SAW tidak pernah merampok , tidak pernah
membunuh orang-orang yang tidak berdosa . Nabi Muhammad SAW tidak pernah
menghalalkan segala cara untuk memenangkan perang yang dipimpinnya , sebaliknya
dia adalah Nabi yang bijaksana , dan pemaaf .
Sejak lengsernya pak Harto , dan
mulainya penegakan HAM di Indonesia seolah menjadi mulus untuk gerakan-gerakan
radikal pengacau keamanan . ujung-ujungnya di kenal masyarakat sebagai kejahatan
terorisme . saking barunya kejahatan ini , produk hokum yang mengatur kejahatan
pada waktu itu belum dirampungkan dalam bentuk UU , dan baru mulai pada tahun
2002 baru sah uu terorisme misalnya perpu nomor 1 tahun 2002 , dan uu nomor 15
tahun 2003 .
Beberapa aksi terror menandai
eksistensi gerakan terorisme di Indonesia , misalnya saja bom bali I dan bom
bali II . dilihat dari lokasi eksekusi tentunya ini tidak bisa dikatakan semata
– mata sebagai balas dendam terhadap Negara-negara yang menyerang dan
menganiaya umat islam . justru sebaliknya penyerangan terorisme di Indonesia
justru untuk merusak islam di Negara yang mayoritas beragama islam . lalu apa
tujuan menghancurkan Indonesia ? dan untuk apa menghancurkan citra islam di
Indonesia mengingat pelakunya adalah warga Negara Indonesia sendiri?
Bila kita browsing di internet ,
dan berita-berita bawah tanah tentunya kita akan menemukan banyak berita
janggal seputar terorisme , seperti : bisakah sebuah kapal menghancurkan wtc di
amerika sana? Banyak saksi yang melihat sebelum tragedy 911 ,ada banyak paket
diduga bom dibawa masuk ke gedung kembar tersebut .ditambah lagi berita
teranyar bahwa sang gembong terorisme internasional OSAMA BIN LADEN adalah agen
CIA .
Jadi dari semua informasi
tersebut tentunya dapat di tarik benang merah : SEBUAH KEPENTINGAN HENDAK
MENGHANCURKAN ISLAM DENGAN MEMBUAT ISLAM ITU TAMPAK SEPERTI TERORISME . kenapa
tidak? Serangan 911 di balas amerika dengan invasi keafganistan , bila perlu
untuk menangkap teroris warga sipil jadi korban ( karena tidak melanggar HAM
menurut mereka) . padahal OSAMA BIN LADEN adalah agen CIA . jadi jelas ada
kepentingan menghancurkan islam dengan merekayasa tokoh penjahat yang nantinya
akan dikejar dan dan yang menangkapanya adalah kelompok yang menciptakan tokoh
itu sendiri , rencana yang sempurna .
Tetapi sebusuk busuk kebusukan
itu di sembunyikan pasti akan tercium juga . mereka menciptakan gerakan
memerangi dunia barat , dengan embel-embel agama islam. lalu mereka biayai
mulai dari perekrutan , cuci otak, suplai senjata dst. Lalu mereka akan tampil
sebagai pahlawan yang siap membantu menghancurkan jaringan terorisme itu ,
untuk apa? Untuk menghancurkan islam.
Dan untuk di Indonesia , banyak
pihak yang mendukung aksi terorisme itu bukan hanya untuk menciptakan
permusuhan terhadap islam tetapi Karena Indonesia itu KAYA . dan itu membuat
kelompok yang mempertuhankan uang untuk memecah belah persatuan bangsa ini ,
baik melalui terorisme , politik , dan separatism . ingatlah pada masa lalu ,
tidak ada konflik agama di Indonesia! semua intrik agama yang ada di Indonesia
diciptakan untuk menghancurkan islam guna memecah belah persatuan Indonesia .
dengan begitu , mudah menguasai perekonomian Indonesia . cukup ledakkan satu
bom maka ekonomi akan melemah untuk beberapa kurun waktu .
Jadi , mari perkuat persatuan dan
kesatuan .islam adalah agama yang penuh toleransi , dan islam bukanlah teroris
. terorisme adalah citra yang sengaja diciptakan dan ditempelkan pada agama
islam untuk mengaduk-ngaduk ekonomi dunia , termasuk Indonesia .
Karena tidak ada agama yang mengajarkan
kejahatan , kejahatan bersumber pada manusia itu sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)