saya memilih jokowi jk untuk memimpin indonesia dengan segudang expektasi. mungkin karena dia berasal dari tempat berbeda, yang saya sebut dari duniaku. dunia manusia biasa, dengan darah yang merah mengalir dalam tubuh dan tak ada turunan genetika dalam garis kebangsawanan.
saya sangat anti terhadap penindasan konyol yang telah saya telah tulis di lembaran sebelumnya. betapa sakitnya hati ini bila mendengar berita tentang ketidak berdayaan kaum miskin yang tidak dirangkul leh negara. saya sedih melihat si miskin yang ditolak berobat oleh rumahsakit, saya sedih melihat anak anak yang harus menantang maut ketika hendak pergi bersekolah. karena itu nyata, dan ada dihadapanku, dan yang terburuk dari itu semua adalah karena saya tidak mampu melakukan apa-apa selain menulis.
dan aku labuhkan harapanku pada mereka, tapi hari demi hari yang terjadi hanyalah demonstrasi yang berujung maut, pembagian dan psks yang jatuh korban dan tidak tepat sasaran. ini sama saja dengan zaman presiden yang lalu.
saya tidak berharap abrakadabra, tapi saya harapkan sistem yang terbangun dari sedetail mungkin, agar kaum yang tersakiti itu berkurang jumlahnya. bukan nyawa terbuang sia-sia, atau mengenaskan.
belum lagi ada seorang menteri wanita yang awalnya aku kagumi, malah sibuk tiap malam diwawancara televisi, lalu kapan kerjanya kalau mau meladeni pers, pers, dan pers.yang nonton berita itu berapa sih? tapi yang mau diselamatkan itu berapa?
belum lagi menguatnya dollar amerika sampai menyentuh level tertinggi dalam 6 tahun terakhir, seperti pukulan telak.
saya menagih janji jokowi yang hendak membangun sistem. ituah yang belum terlihat jelas.yang saya lihat dan rasakan hanyalah kelanjutan kerja kabinet indonesia bersatu. yang menjadi pembeda di kabinet kerja hanyalah baju putih dan munculnya srikandi susi pujiastuti, dia seperti xena the warrior princess yang datang dengan sangar menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan...
inilah kisahku tentangku tentang jokowi hingga tanggal 07 desember 2014, kiranya pemimpinkita ini benar benar membangun sistem yang mandiri dan tanpa intervensi seorang ibu dengan tahi lalat mencolok didagunya.
Minggu, 07 Desember 2014
Sabtu, 26 April 2014
TENAGA KERJA MURAH ADALAH PERBUDAKAN ZAMAN MODERN
ada ada saja cara kaum penjajah untuk menyamarkan dirinya , dan dengan keinginan untuk mencapai tujuan yang selfish segala cara digunakan. dan perbudakan telah berupaya di hapuskan baik melalui lembaganegara , maupun internasional. tetap saja perbudakan itu ada di muka bumi, di bumi yang sudah ramai social media, yang teknologi informasinya sudah sangat maju dan canggih, namun kepekaan masyarakat sungguh tipis, setipis kulit ari.
di negeri indonesia yang indah ini , begitu banyak pekerja yangharus menerima nasib untuk tepaksa menerima ketidak adilan . banyak yang terpaksa menerima memperoleh ketidak adilan dalam pengupahan dan dalam jaminan sosial. mengapa mereka terpaksa ? padahal menurut konstitusi , indonesia adalah negara hukum! indonesia sungguh tidak memenuhi ciri negara hukum , supremasi HAM masih rendah, equality di depan hukum tidak tercermin ,dan tidak kokohnya azas legalitas. hukum masih sangat lemah dalam melindungi tenaga kerja , maka tak jarang bila warga asing terkejut dengan income per kapita kita, berikut layanan jaminan sosial yang minim , di lengkapi dengan jam kerja di luar batas undang-undang. lalu di mana para penegak hukum? apakah menutup mata dan pura - pura tidak mendengar jeritan para budak budak di zaman modern?
alangkah lucu negeri ini, di satu sisi dengan mudah menerima dan menyewa tenaga kerja asing dengan upah dan martabat eksklusif , sementara ketika mengirim tenaga kerja ke luar negeri malah menjadi budak ,ada yang disetrika , ada yang bekerja tanpa diupah , ada yang menjadi kriminal lalu diadili tanpa pendampingan, pejabat duta besar santai saja di kantornya dengan dalih, semua sudah berjalan sesuai SOP.
di zaman dulu orang orang menjadi budak karena menjadi yang terjajah , karena kurang ilmu masih bodoh , karena warna kulitnya. sekarang perbudakan disamarkan dengan upah kecil, tanpa tunjangan dan jam kerja yang tidak sehat. dan itu nyata dan banyak di jumpai di indonesia. maka dari itu sudah saatnya bagi kita yang berilmu, dan beragama memerangi perbudakan ini, perbudakan yang seharusnya sudah dihapuskan dari muka bumi . dan perangilah dengan cara yang kamu bisa.
di negeri indonesia yang indah ini , begitu banyak pekerja yangharus menerima nasib untuk tepaksa menerima ketidak adilan . banyak yang terpaksa menerima memperoleh ketidak adilan dalam pengupahan dan dalam jaminan sosial. mengapa mereka terpaksa ? padahal menurut konstitusi , indonesia adalah negara hukum! indonesia sungguh tidak memenuhi ciri negara hukum , supremasi HAM masih rendah, equality di depan hukum tidak tercermin ,dan tidak kokohnya azas legalitas. hukum masih sangat lemah dalam melindungi tenaga kerja , maka tak jarang bila warga asing terkejut dengan income per kapita kita, berikut layanan jaminan sosial yang minim , di lengkapi dengan jam kerja di luar batas undang-undang. lalu di mana para penegak hukum? apakah menutup mata dan pura - pura tidak mendengar jeritan para budak budak di zaman modern?
alangkah lucu negeri ini, di satu sisi dengan mudah menerima dan menyewa tenaga kerja asing dengan upah dan martabat eksklusif , sementara ketika mengirim tenaga kerja ke luar negeri malah menjadi budak ,ada yang disetrika , ada yang bekerja tanpa diupah , ada yang menjadi kriminal lalu diadili tanpa pendampingan, pejabat duta besar santai saja di kantornya dengan dalih, semua sudah berjalan sesuai SOP.
di zaman dulu orang orang menjadi budak karena menjadi yang terjajah , karena kurang ilmu masih bodoh , karena warna kulitnya. sekarang perbudakan disamarkan dengan upah kecil, tanpa tunjangan dan jam kerja yang tidak sehat. dan itu nyata dan banyak di jumpai di indonesia. maka dari itu sudah saatnya bagi kita yang berilmu, dan beragama memerangi perbudakan ini, perbudakan yang seharusnya sudah dihapuskan dari muka bumi . dan perangilah dengan cara yang kamu bisa.
Jumat, 11 April 2014
MENUJU TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK DI INDONESIA
di tulisan sebelumnya "si pelayan yang tak punya hati",telah digambarkan betapa nestapa kehidupan rakyat kecil yang diabaikan hak-haknya oleh para pelayan negara. di berbagai yang telah maju , tata pemerintahan yang baik melahirkan aparatur negara yang baik. sungguh sangat disayangkan bila para PNS di negeri ini tidak berbuat banyak demi terwujudnya pelayanan prima dalam kelancaran aktifitas masyarakat baik itu administratif maupun teknis.
sangat disayangkan untuk mengurus kartu tanda penduduk repotnya minta ampun, bahkan untuk E-KTP, harus menunggu berbulan-bulan. atau mungkin saya yang kurang sabaran , atau negara kita belum tersentuh teknologi printing dan pindai yang satandard.
namun sesungguhnya, sebagai rakyat biasa dengan kehidupan yang biasa, sayapun mengharapkan yang biasa saja, yang standard saja , yang juga berlaku di negara-negara lain. membangun indonesia tidak mesti langsung luar biasa , sesuaikan saja dengan kemampuan bangsa. misalnya saja di mulai dengan melayani kebutuhan masyarakat seperti memberikan infrastruktur jalan yang baik sampai kepelosok, bukankah pajaknya sampai kepelosok desa? dari pada para sarjana di PU itu santai saja baca koran tolonglah lebih giat lagi memperhatikan infrastruktur bukankah sudah ada SOPnya , di perusahaan swasta kalau karyawan bekerja diluar SOP,siap siap saja digantikan. dana-dana pembangunan daerah tertinggal dikucurkan sejujurmungkin jangan di pangkas, yang tadinya untuk bangun jembatan beton malah jadi jembatan pohon.
begitu juga pelayanan kesehatan dan pendidikan gratisnya, buat bidan perwat dan dokter yang bekerja hanya untuk uang dan bukan mengabdikan diri untuk si sakit, sebaiknya ikut kursus pialang saham saja biar cepat kaya, merwat orang sakit itu bukan cuma butuh pendidikan di bidang itu hati juga harus manusiawi , manusia tentu butuh uang tapi menelantarkan pasien tidak mampu sama saja dengan penghuni ragunan. jangan pernah kehilangan jiwa kemanusiaan karena uang, nyawa tak bisa ditakar dengan uang lihatlah TKW kita diarab saudi, yang bukan dokter di tebus tapi pemerintah dengan dana bermilyar-milyar , itu artinya pemerintah mau melindungi rakyatnya tapi aparatur di bawahnya moralnya bobrok. apalagi pendidikan gratis , apanya yang gratis, bahkan ada banyak guru di luar sana yang menodai profesi mereka dengan menjadi pedagang buku, memaksa siswa beli ini dan beli itu. kasihan dengan guru yang jujur, nama mereka ternoda karena rekan seprofesi yang gila harta.
tentang keamanan, pasukan TNI dan POLRI sangat minim, dengan jumlah yang sedikit itu mau mengawal negara yang beribu-ribu pulau? jadi jangan heran kalau keamanan menjadi PR utama. tidak sedikit tanahkita mulai berkurang karena petugas penjaga perbatasan yang minim. apalagi nasib warga di perbatasan
national treasure, harta kekayaan negara kita ini melimpah ruah, tapi mengapa bukan rakyat yang menikmati? diserahkan kepihak asing untuk dikelola dan bangsa kita menikmati berapa persen?
tugas standard aparatur negara yang paling menyakitkan adalah memperjual belikan hukum, pastilah tidak akan ada keadilan. yang kaya akan menang dan si miskin tetap salah. hukum ada tapi bisa di beli.
yang tidak kalah menarik adalah para duta besar kita di luar negeri, yang umumnya hanya menjalankan tugas secara protokoler, terkesan tak ada inisiatif, hingga dalam beberapa kasus menlu yang harus terjun langsung, jadi di mana pervilege seorang dubes?, yang seperti hanya sebuah sekretariat. contoh kasus saat inggris mengizinkan OPM buka kantor di kota oxford, di mana peranan dubes dalam kasus ini? dan peradilan para TKI di luar negeri yang minim bantuan menjadi hal biasa saja.
apalagi yang memegang pintu terdepan pemasukan terbesar negara, petugas pajak. membahas kebobrokannya nanti bangsa lain menertawakan bangsa kita ini. padahal bila pajak itu diterima sesuai yang seharusnya, dan dimanfaatkan dengan semestinya betapa indahnya hidup di indonesia.kita bisa bangun HOLLYWOOD kita sendiri, agnes monica tidak usah jauh-jauh keamerika untuk go internasional jual batik jual suara, justru taylor swiftlah yang akan datang kemari untuk rekaman. tapi apa boleh buat jauh panggang dari api , tanaman yang kita tanam , orang lain yang menikmati buahnya.
sangat disayangkan bila bangsa yang kaya ini di kelola secara tidak profesional, good governance mencerminkan kesiapan suatu bangsa untuk disebut sebagai negara yang sesungguhnya.
sangat disayangkan untuk mengurus kartu tanda penduduk repotnya minta ampun, bahkan untuk E-KTP, harus menunggu berbulan-bulan. atau mungkin saya yang kurang sabaran , atau negara kita belum tersentuh teknologi printing dan pindai yang satandard.
namun sesungguhnya, sebagai rakyat biasa dengan kehidupan yang biasa, sayapun mengharapkan yang biasa saja, yang standard saja , yang juga berlaku di negara-negara lain. membangun indonesia tidak mesti langsung luar biasa , sesuaikan saja dengan kemampuan bangsa. misalnya saja di mulai dengan melayani kebutuhan masyarakat seperti memberikan infrastruktur jalan yang baik sampai kepelosok, bukankah pajaknya sampai kepelosok desa? dari pada para sarjana di PU itu santai saja baca koran tolonglah lebih giat lagi memperhatikan infrastruktur bukankah sudah ada SOPnya , di perusahaan swasta kalau karyawan bekerja diluar SOP,siap siap saja digantikan. dana-dana pembangunan daerah tertinggal dikucurkan sejujurmungkin jangan di pangkas, yang tadinya untuk bangun jembatan beton malah jadi jembatan pohon.
begitu juga pelayanan kesehatan dan pendidikan gratisnya, buat bidan perwat dan dokter yang bekerja hanya untuk uang dan bukan mengabdikan diri untuk si sakit, sebaiknya ikut kursus pialang saham saja biar cepat kaya, merwat orang sakit itu bukan cuma butuh pendidikan di bidang itu hati juga harus manusiawi , manusia tentu butuh uang tapi menelantarkan pasien tidak mampu sama saja dengan penghuni ragunan. jangan pernah kehilangan jiwa kemanusiaan karena uang, nyawa tak bisa ditakar dengan uang lihatlah TKW kita diarab saudi, yang bukan dokter di tebus tapi pemerintah dengan dana bermilyar-milyar , itu artinya pemerintah mau melindungi rakyatnya tapi aparatur di bawahnya moralnya bobrok. apalagi pendidikan gratis , apanya yang gratis, bahkan ada banyak guru di luar sana yang menodai profesi mereka dengan menjadi pedagang buku, memaksa siswa beli ini dan beli itu. kasihan dengan guru yang jujur, nama mereka ternoda karena rekan seprofesi yang gila harta.
tentang keamanan, pasukan TNI dan POLRI sangat minim, dengan jumlah yang sedikit itu mau mengawal negara yang beribu-ribu pulau? jadi jangan heran kalau keamanan menjadi PR utama. tidak sedikit tanahkita mulai berkurang karena petugas penjaga perbatasan yang minim. apalagi nasib warga di perbatasan
national treasure, harta kekayaan negara kita ini melimpah ruah, tapi mengapa bukan rakyat yang menikmati? diserahkan kepihak asing untuk dikelola dan bangsa kita menikmati berapa persen?
tugas standard aparatur negara yang paling menyakitkan adalah memperjual belikan hukum, pastilah tidak akan ada keadilan. yang kaya akan menang dan si miskin tetap salah. hukum ada tapi bisa di beli.
yang tidak kalah menarik adalah para duta besar kita di luar negeri, yang umumnya hanya menjalankan tugas secara protokoler, terkesan tak ada inisiatif, hingga dalam beberapa kasus menlu yang harus terjun langsung, jadi di mana pervilege seorang dubes?, yang seperti hanya sebuah sekretariat. contoh kasus saat inggris mengizinkan OPM buka kantor di kota oxford, di mana peranan dubes dalam kasus ini? dan peradilan para TKI di luar negeri yang minim bantuan menjadi hal biasa saja.
apalagi yang memegang pintu terdepan pemasukan terbesar negara, petugas pajak. membahas kebobrokannya nanti bangsa lain menertawakan bangsa kita ini. padahal bila pajak itu diterima sesuai yang seharusnya, dan dimanfaatkan dengan semestinya betapa indahnya hidup di indonesia.kita bisa bangun HOLLYWOOD kita sendiri, agnes monica tidak usah jauh-jauh keamerika untuk go internasional jual batik jual suara, justru taylor swiftlah yang akan datang kemari untuk rekaman. tapi apa boleh buat jauh panggang dari api , tanaman yang kita tanam , orang lain yang menikmati buahnya.
sangat disayangkan bila bangsa yang kaya ini di kelola secara tidak profesional, good governance mencerminkan kesiapan suatu bangsa untuk disebut sebagai negara yang sesungguhnya.
Selasa, 08 April 2014
PENDIDIKAN ADALAH HARGA MATI UNTUK SEBUAH KEMERDEKAAN
sudah 6 presiden memimpin indonesia , namun tujuan bangsa kita mewujudkan kesejahteraan sosial masih jauh dari harapan. sudah 69 tahun merdeka namun , kesejahteraan belum merata , masalah hak azasi masih sulit di cerna oleh penyelenggara negara , tenaga kerja murah menjadi istilah baru untuk perbudakan.belum lagi iklim politik yang tidak sehat membuat kemajuan yang di harapakan tak kunjung merekah. yang ada hanya kesenjangan sosial , yang kaya semakin kaya , yang miskin semakin miskin. rakyat yang selama ini di perbodoh , dengan pemerintahan amburadul tidak sadar kalau di perbodoh . dengan sengaja pendidikan dasar tidak di gratiskan , agar yang bodoh tetap saja di perbodoh, supaya yang kaya tetap kaya. bila pilkada tiba , janji janji gratis pun di lempar kemasyarakat, pendidikan gratis utamanya. tapi apanya yang gratis ? yang gratis hanya udara , selebihnya bayar.
dengan pendidikan dasar yang gratis , taruhlah sampai lulus sma , yakin dan percaya taraf hidup sesorang tentunya akan meningkat. karena dia akan mudah diserap lapangan kerja , juga sudah memiliki basic yang cukup bila ingin menjadi enterpreneur. tapi kalau baru SD saja sudah susah.
dengan pendidikan , orang - orang mampu membedakan mana hak dan mana kewajiban . dan setidaknya mengenal hukum , walau sekedar garis besarnya saja.
selama ini penyelengara negara melaui aparat-aparatnya lebih bersikap sebagai tuan ketimbang pelayan masyarakat.coba lihat di amerika serikat! disana, dari pada pasukan damkar duduk santai di pos lebih baik ditugaskan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat . apalagi bagian pelayanan administrasi penduduk , mulai dari ktp,kk , sim semuanya butuh dana ekstra bila butuh pelayanan ekspres, padahal apanya yang susah?. dizaman teknologi canggih seperti ini, kejahatan seperti ini tak lagi populer , lihat tetangga kita yang maju. di saat negara lain berlomba-lomba memajukan teknologi, kita seperti menjadi ladang pasar yang menjanjikan,kita menjadi bangsa yang konsumtif, dengan pendapatan perkapita yang rendah. akhirnya lembaga pemasyarakatan disesaki pencuri kambuhan , karena tak mampu membeli akhirnya mencuri . sementara yang korupsi milyaran bahkan trilyunan, bebas berlenggak lenggok . itu semua karena apa? karena tingkat kecerdasan bangsa ini masih kurang , karena pendidikan kita mahal. akhirnya yang sekolah tinggi - tinggi itu tentunya anaknya si koruptor tadi , meskipun ada juga yang bukan anak koruptor. karena rendahnya tingkat kecerdasan , sangat mudah rakyat itu dijanji janji palsu, rentan untuk ditipu .
jadi siapapun kita ,seterbatas apapun kita wajib bagi para orang tua untuk menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya, jangan tunggu sampai gratis. bila perlu biar anak-anak itu yang nantinya akan meneruskan cita-cita itu. dengan pendidikan kita lawan korupsi , pelanggar HAM , dan penjahat keadilan. semakin banyak orang cerdas , semakin kecil kemungkinan untuk di perbodoh. saatnya kita menikmati hasil bumi dan lautan bangsa kita , kenapa mengemis padahal itu milik kita.
lalu si apatis akan berkata ada banyak orang pintar yang kerjanya membodoh bodohi orang. itu mereka, bukan kita. yang salah jangan di jadikan contoh, mari bersatu wujudkan masyarakat yang berpendidikan untuk INDONESIA MERDEKA
dengan pendidikan dasar yang gratis , taruhlah sampai lulus sma , yakin dan percaya taraf hidup sesorang tentunya akan meningkat. karena dia akan mudah diserap lapangan kerja , juga sudah memiliki basic yang cukup bila ingin menjadi enterpreneur. tapi kalau baru SD saja sudah susah.
dengan pendidikan , orang - orang mampu membedakan mana hak dan mana kewajiban . dan setidaknya mengenal hukum , walau sekedar garis besarnya saja.
selama ini penyelengara negara melaui aparat-aparatnya lebih bersikap sebagai tuan ketimbang pelayan masyarakat.coba lihat di amerika serikat! disana, dari pada pasukan damkar duduk santai di pos lebih baik ditugaskan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat . apalagi bagian pelayanan administrasi penduduk , mulai dari ktp,kk , sim semuanya butuh dana ekstra bila butuh pelayanan ekspres, padahal apanya yang susah?. dizaman teknologi canggih seperti ini, kejahatan seperti ini tak lagi populer , lihat tetangga kita yang maju. di saat negara lain berlomba-lomba memajukan teknologi, kita seperti menjadi ladang pasar yang menjanjikan,kita menjadi bangsa yang konsumtif, dengan pendapatan perkapita yang rendah. akhirnya lembaga pemasyarakatan disesaki pencuri kambuhan , karena tak mampu membeli akhirnya mencuri . sementara yang korupsi milyaran bahkan trilyunan, bebas berlenggak lenggok . itu semua karena apa? karena tingkat kecerdasan bangsa ini masih kurang , karena pendidikan kita mahal. akhirnya yang sekolah tinggi - tinggi itu tentunya anaknya si koruptor tadi , meskipun ada juga yang bukan anak koruptor. karena rendahnya tingkat kecerdasan , sangat mudah rakyat itu dijanji janji palsu, rentan untuk ditipu .
jadi siapapun kita ,seterbatas apapun kita wajib bagi para orang tua untuk menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya, jangan tunggu sampai gratis. bila perlu biar anak-anak itu yang nantinya akan meneruskan cita-cita itu. dengan pendidikan kita lawan korupsi , pelanggar HAM , dan penjahat keadilan. semakin banyak orang cerdas , semakin kecil kemungkinan untuk di perbodoh. saatnya kita menikmati hasil bumi dan lautan bangsa kita , kenapa mengemis padahal itu milik kita.
lalu si apatis akan berkata ada banyak orang pintar yang kerjanya membodoh bodohi orang. itu mereka, bukan kita. yang salah jangan di jadikan contoh, mari bersatu wujudkan masyarakat yang berpendidikan untuk INDONESIA MERDEKA
Sabtu, 05 April 2014
kepada yth caleg 2014
permintaanku,
hari ini , hari terakhirmu untuk berjanji
dalam sedikit hari aku akan memilihmu
tak usah kau beri aku tip
tak usah kau beri aku sandang apalagi pangan
aku sudah terbiasa bekerja untuk itu
aku sengaja tak mendengarkan janjimu
aku hanya ingin kau mewujudkan inginku
jagalah bangsa ini , jagalah martabatnya
jangan kau berjanji padaku, berjanjilah pada dirimu sendiri
berjanji pada dirimu yang bertanah air indonesia
jangan kau permalukan dirimu dengan janji manismu
bangunlah negeri ini hingga mencapai jayanya.
aku hanya ingin melihat indonesia berpendidikan
agar pintar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain
menikmari hasil alamnya sendiri
dan tidak dirampok
dan karena aku penggemar bola
aku sangat ingin melihat indonesia
berlaga di piala dunia
hatiku hancur melihat jutaan pasang mata rakyat indonesia
menangis karena timnas kita jadi bulan bulanan timnas negara serumpun
yang doyan menyetrika tubuh tkw dari negara kita , yang suka caplok wilayah kita.
dan karena aku karyawan swasta
maka sebaiknya kau tutup saja usaha yang tidak mau mengupah secara berprikemanusiaan
mereka pengusaha selalu berdalih tidak mampu
sementara keuntungannya selangit
tenaga kerja murah adalah perbudakan di masa modern , bukan begitu?
duhai calon wakilku
jangan terbebani dengan pintaku
masih banyak yang ingin aku minta
tapi aku tak mau serakah
berbuatlah semaksimal mungkin
tugas ini sungguh berat
ajaklah teman-temanmu
karena bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh
salam gerakan indonesia merdeka,
hari ini , hari terakhirmu untuk berjanji
dalam sedikit hari aku akan memilihmu
tak usah kau beri aku tip
tak usah kau beri aku sandang apalagi pangan
aku sudah terbiasa bekerja untuk itu
aku sengaja tak mendengarkan janjimu
aku hanya ingin kau mewujudkan inginku
jagalah bangsa ini , jagalah martabatnya
jangan kau berjanji padaku, berjanjilah pada dirimu sendiri
berjanji pada dirimu yang bertanah air indonesia
jangan kau permalukan dirimu dengan janji manismu
bangunlah negeri ini hingga mencapai jayanya.
aku hanya ingin melihat indonesia berpendidikan
agar pintar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain
menikmari hasil alamnya sendiri
dan tidak dirampok
dan karena aku penggemar bola
aku sangat ingin melihat indonesia
berlaga di piala dunia
hatiku hancur melihat jutaan pasang mata rakyat indonesia
menangis karena timnas kita jadi bulan bulanan timnas negara serumpun
yang doyan menyetrika tubuh tkw dari negara kita , yang suka caplok wilayah kita.
dan karena aku karyawan swasta
maka sebaiknya kau tutup saja usaha yang tidak mau mengupah secara berprikemanusiaan
mereka pengusaha selalu berdalih tidak mampu
sementara keuntungannya selangit
tenaga kerja murah adalah perbudakan di masa modern , bukan begitu?
duhai calon wakilku
jangan terbebani dengan pintaku
masih banyak yang ingin aku minta
tapi aku tak mau serakah
berbuatlah semaksimal mungkin
tugas ini sungguh berat
ajaklah teman-temanmu
karena bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh
salam gerakan indonesia merdeka,
Jumat, 04 April 2014
TENTANG GOLPUT 2014
GOLONGAN PUTIH, mengapa dipersoalkan? apakah karena mereka tidak memilih para calon? ataukah karena tidak memihak?. tentu sekarang golongan putih juga adalah pilihan . bahkan ada yang menyebutnya pilihan terbaik. rasanya tak adil bila pilihan mereka tidak dihargai , malahan ramai ramai dijustifikasi sebagai golongan yang tidak mau bertanggung jawab pada masa depan bangsa. golongan putih , di ibaratkan sebagai penikmat gratis laju pemerintahan yang ada, keberadaan mereka tak terwakilkan baik di legislatif maupun eksekutif . fenomena yang sungguh luar biasa dan ada kalangan yang menganggap kaum golput ini sebagai titik puncak ketidak percayaan masyarakat pada hak politik mereka. dan tak ada asap bila tak ada api. golongan putih telah merasa dikhianati , disalah gunakan amanatnya , dan terlebih lagi menjadi korban dari regulasi yang diciptakan oleh wakil-wakilnya. wakil yang durhaka yang melupakan amanat rakyat , dan sibuk memenuhi lumbung-lumbung padi mereka sendiri , dan mengisi garasi mereka dengan mobil-mobil mewah, mengumpulkan isteri ,dan rumah sebanyak mungkin, hidup bergelimang dosa , dan harta berkat suara-suara rakyat, yang miskin, yang tidak berpendidikan , yang dimakan haknya setiap hari , yang membuat kaya para pengusaha, dan dibodoh-bodohi dengan aturan hukum yang memihak kaum kaya. dan ketika mereka tidak mau memilih masih juga di persoalkan.
memilih pada pemilu berarti memiliki seseorang yang dipercaya, dan berusaha untuk dipercaya. bila diantara sekian yang ada dan tak ada lagi yang mampu dipercaya, adalh wajar untuk diam , duduk, dengar,dan ucapkan selamat. bila ingin meraih simpati si putih, tunjukkan dirimu wahai wakil rakyat. tunjukkan kesungguhan untuk memajukan bangsa, tunjukkan diri dan dedikasi. jangan umbar janji manis, dan bersumpah palsu . jangan menghianati konstituen dengan hidup bergelimang harta sementara konstituen kesulitan berobat , kesulitan menyekolahkan anak , bahkan hidup miskin yang tidak berprikemanusiaan. memang kemiskinan itu ada dimana-mana bahkan di negara terkaya sekalipun , tetapi kemiskinan mereka masih manusiawi, tidak hidup bersama ternak dikandang , atau hidup diatas gerobak dan di kayuh oleh gadis kecil , atau tewas karena tidak mendapatkan pelayanan medis(tewas artinya mati karena terbunuh,terbunuh karena ditelantarkan tanpa perawatan).
kembali pada filosofi, hidup adalah pilihan. maka dalam hidup ini , dalam kehidupan negara kesatuan republik indonesia lahir pula golongan putih , yang apatis menghadapi pilihan-pilihan yang ada , tetapi apakah diantara pilihan itu memang tidak ada yang pantas untuk dipilih. ada baiknya bila kita semua , termasuk juga golongan putih untuk cerdas memilih, cerdas dalam melihat rekam jejak calon pilihan kita mungkin saja diantara 1000 ada satu yang bisa amanah . adalah bijak bila kita lebih pro aktif dalam menyaring calon-calon yang ada , dan kritis terhadap segala tindakan mereka daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali, ibaratnya kita adalah pohon yang hanya pasrah pada hembusan angin , ditiup dan dihembuskan kemanapun kita hanya bisa berpasrah . tetapi tidak , kita adalah manusia , yang punya pilihan, pilihan untuk hidup lebih baik , hidup untuk di layani pemerintah, bukan melayani pemerintah. kita adalah konstituen, yang diatur untuk kemanfaatan bukan untuk di manfaatkan. kita adalah makhluk tuhan yang paling mulia , maka saatnya untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada sesama manusia, menjunjung tinggi hak asasi , bukan sekedar teori tetapi penghargaan yang wajar .
golongan putih, adalah golongan paling besar di indonesia , dan bisa mengubah indonesia. bila saja dalam waktu tersisa mereka tiba-tiba terilhami ,dan mempercayai beberapa diantara yang ada , maka tak bisa di pungkiri bisa menandingi kekuatan yang ingin indonesia begini begini saja. bila semua golput bersatu , masuk kebilik suara , dan keluar dengan jari berwarna tinta, maka mungkin saja pemimpin terbaik akan lahir, wakil-wakil terbaik akan lahir . golongan putih , bangsa ini sungguh membutuhkan suaramu , suara yang sangat menentukan , suara yang semestinya nantinya amanah. golongan putih, bukanlah orang orang biasa, tetapi orang yang sebenarnya luarbiasa , yang suaranya tentulah luarbiasa , bantulah mereka yang benar-benar ibgin memajukan bangsa yang kita cintai ini
memilih pada pemilu berarti memiliki seseorang yang dipercaya, dan berusaha untuk dipercaya. bila diantara sekian yang ada dan tak ada lagi yang mampu dipercaya, adalh wajar untuk diam , duduk, dengar,dan ucapkan selamat. bila ingin meraih simpati si putih, tunjukkan dirimu wahai wakil rakyat. tunjukkan kesungguhan untuk memajukan bangsa, tunjukkan diri dan dedikasi. jangan umbar janji manis, dan bersumpah palsu . jangan menghianati konstituen dengan hidup bergelimang harta sementara konstituen kesulitan berobat , kesulitan menyekolahkan anak , bahkan hidup miskin yang tidak berprikemanusiaan. memang kemiskinan itu ada dimana-mana bahkan di negara terkaya sekalipun , tetapi kemiskinan mereka masih manusiawi, tidak hidup bersama ternak dikandang , atau hidup diatas gerobak dan di kayuh oleh gadis kecil , atau tewas karena tidak mendapatkan pelayanan medis(tewas artinya mati karena terbunuh,terbunuh karena ditelantarkan tanpa perawatan).
kembali pada filosofi, hidup adalah pilihan. maka dalam hidup ini , dalam kehidupan negara kesatuan republik indonesia lahir pula golongan putih , yang apatis menghadapi pilihan-pilihan yang ada , tetapi apakah diantara pilihan itu memang tidak ada yang pantas untuk dipilih. ada baiknya bila kita semua , termasuk juga golongan putih untuk cerdas memilih, cerdas dalam melihat rekam jejak calon pilihan kita mungkin saja diantara 1000 ada satu yang bisa amanah . adalah bijak bila kita lebih pro aktif dalam menyaring calon-calon yang ada , dan kritis terhadap segala tindakan mereka daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali, ibaratnya kita adalah pohon yang hanya pasrah pada hembusan angin , ditiup dan dihembuskan kemanapun kita hanya bisa berpasrah . tetapi tidak , kita adalah manusia , yang punya pilihan, pilihan untuk hidup lebih baik , hidup untuk di layani pemerintah, bukan melayani pemerintah. kita adalah konstituen, yang diatur untuk kemanfaatan bukan untuk di manfaatkan. kita adalah makhluk tuhan yang paling mulia , maka saatnya untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada sesama manusia, menjunjung tinggi hak asasi , bukan sekedar teori tetapi penghargaan yang wajar .
golongan putih, adalah golongan paling besar di indonesia , dan bisa mengubah indonesia. bila saja dalam waktu tersisa mereka tiba-tiba terilhami ,dan mempercayai beberapa diantara yang ada , maka tak bisa di pungkiri bisa menandingi kekuatan yang ingin indonesia begini begini saja. bila semua golput bersatu , masuk kebilik suara , dan keluar dengan jari berwarna tinta, maka mungkin saja pemimpin terbaik akan lahir, wakil-wakil terbaik akan lahir . golongan putih , bangsa ini sungguh membutuhkan suaramu , suara yang sangat menentukan , suara yang semestinya nantinya amanah. golongan putih, bukanlah orang orang biasa, tetapi orang yang sebenarnya luarbiasa , yang suaranya tentulah luarbiasa , bantulah mereka yang benar-benar ibgin memajukan bangsa yang kita cintai ini
Selasa, 07 Januari 2014
THE NOISY NEIGHBOUR
melihat hubungan RI-AUSTRALIA , saya teringat akan slogan baru klub bola dari liga inggris manchester city "THE NOISY NEIGHBOUR".tapi untuk menetapkan yang mana yang noisy , saya rasa tidak adil bila kita menunjuk aussie karena dengan sengaja melakukan penyadapan. karena disatu sisi di indonesia juga cukup usil, yang usil itu pengamatnya . yang bertolak belakang dengan pemerintah kita , yang sangat berhati-hati menghadapi aksi tersebut.
yang cukup menggelitik mungkin adalah ketika australia dipaksa untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya , banyak pengamat dan politisi yang hingar bingar mencerca australia. apalagi ketika sang perdana menteri abbot menyatakan tidak akan meminta maaf, duh banyak sekali yang emosi dan naik pitam dan maksa-maksa sby mengambil tindakan tegas. ributnya komentar dimedia massa seolah olah RI ini marah besar terhadap ulah the neighbour kita. tapi yang mengherankan pada saat abbot menyatakan tetap akan memata-matai indonesia kok semua yang noisy tadi pada diam , saya mengira gelombang unjuk rasa akan terjadi dimana-mana . malahan topik berita di televisi seolah - oleh diganti total , hampir tidak ada lagi komentar pedas yang memaksa sby untuk bertindak lebih berani. baru digertak sedikit sudah diam,begitulah mungkin kenyataannya. menanggapi hubungan luar negeri jangan disamakan menanggapi masalah korupsi dalam negeri, siapa saja bisa bicara. tapi kalau sudah menghujat sana menghujat sini , giliran australia mengaku akan terus memata-matai pengamat yang tadinya koar-koar malah tidak mau lagi membahas masalah tersebut.
ada baiknya bila kritikan-kritikan untuk pemerintah sebaiknya yang membangun , dan membuat bangsa kita bersahaja. jangan memanas-manasi keadaan, giliran keadaan panas yang jago koment pada kabur , mungkin pergi cuci tangan.
untuk para pengamat, dan tokoh lainnya, selagi andalah yang disorot kamera dan dapat dilihat dunia berteriaklah pada dunia seperti cara-cara soekarno, dengan lantang dan gagah berani. jangan sekedar usil seperti THE NOISY NEIGHBOUR SAJA. sekali membuat pernyataan pantang untuk ditarik kembali. sekali mengutuk tetap mengutuk. bila tidak berani untuk maju lebih dalam jangan terlalu banyak usil sebelum kita disebut bangsa yang omomgkosong. mari kita jaga harkat dan martabat bangsa ini dengan keberanian yang sesungguhnya .
yang cukup menggelitik mungkin adalah ketika australia dipaksa untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya , banyak pengamat dan politisi yang hingar bingar mencerca australia. apalagi ketika sang perdana menteri abbot menyatakan tidak akan meminta maaf, duh banyak sekali yang emosi dan naik pitam dan maksa-maksa sby mengambil tindakan tegas. ributnya komentar dimedia massa seolah olah RI ini marah besar terhadap ulah the neighbour kita. tapi yang mengherankan pada saat abbot menyatakan tetap akan memata-matai indonesia kok semua yang noisy tadi pada diam , saya mengira gelombang unjuk rasa akan terjadi dimana-mana . malahan topik berita di televisi seolah - oleh diganti total , hampir tidak ada lagi komentar pedas yang memaksa sby untuk bertindak lebih berani. baru digertak sedikit sudah diam,begitulah mungkin kenyataannya. menanggapi hubungan luar negeri jangan disamakan menanggapi masalah korupsi dalam negeri, siapa saja bisa bicara. tapi kalau sudah menghujat sana menghujat sini , giliran australia mengaku akan terus memata-matai pengamat yang tadinya koar-koar malah tidak mau lagi membahas masalah tersebut.
ada baiknya bila kritikan-kritikan untuk pemerintah sebaiknya yang membangun , dan membuat bangsa kita bersahaja. jangan memanas-manasi keadaan, giliran keadaan panas yang jago koment pada kabur , mungkin pergi cuci tangan.
untuk para pengamat, dan tokoh lainnya, selagi andalah yang disorot kamera dan dapat dilihat dunia berteriaklah pada dunia seperti cara-cara soekarno, dengan lantang dan gagah berani. jangan sekedar usil seperti THE NOISY NEIGHBOUR SAJA. sekali membuat pernyataan pantang untuk ditarik kembali. sekali mengutuk tetap mengutuk. bila tidak berani untuk maju lebih dalam jangan terlalu banyak usil sebelum kita disebut bangsa yang omomgkosong. mari kita jaga harkat dan martabat bangsa ini dengan keberanian yang sesungguhnya .
indonesia tanpa calon presiden di 2014
pemilu sudah dekat , para caleg telah memasang fotonya di mana-mana. ada dipohon , tiang listrik, di perempatan jalan , didepan rumah, dikaca belakang mobil. yang mau jadi presidenpun sudah beberapa yang percaya diri memasang iklan nasionalisme di tivi-tivi swasta. ada juga yang punya stasiun tv sendiri , jadi lebih mudah sosialisasi kemasyarakat. tapi mengapa diantara mereka yang telah percaya diri mencalonkan menjadi presiden lupa memasang foto mereka di hati masyarakat?
mereka sibuk mengucapkan selamat inilah itulah , tidak ada satupun yang berbuat untuk negara. bukan ucapan selamat yang dibutuhkan masyarakat, masyarakat butuh tempat bersandar, bukan janji janji partai yang busuk, dan palsu.
tak heran bila ada golongan masyarakat memanggil-manggil nama jokowi untuk jadi presiden, padahal abang kita yang satu itu baru saja menjabat jadi gubernur. karena apa , masyarakat butuh pemimpin , pengayom , pengatur kehidupan bermasyarakat. bukan yang hobby memperkaya diri.
tapi itu hanya segelintir, masyarakat yang mau pemimpin jujur itu baru seujung kuku. seandainya keinginan masyarakat telah meluap dan bersatu dan mengerucut pada pemimpin jujur, pasti akan mengerucut pada sebuah nama.seperti pada saat SBY terpilih menjadi presiden, suara rakyat bulat dan percaya , menaruh harapan pada sosoknya, tapi apa sekarang? setelah SBY menghianati suara rakyat , rakyat telah hilang percaya, dan tak ingin hidup lagi. bukankah hidup adalah pilihan , dan rakyat saat ini tak punya pilihan . siapakah yang dipercaya jadi pemimpin bangsa ini? tidak ada kesatuan suara untuk itu , bahkan mayoritaspun tak ada.
untuk mencari sang calon , maka itu harus lahir dari hati nurani rakyat , bukan tokoh yang diciptakan pers , karena pers di indonesia masih dipertanyakan obyektifitasnya. dan juga bukan calon-calon yang sudah basi dan sudah membosankan bagi masyarakat. sang calon lahir dari keinginan masyarakat untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, dan itu harus gelombang yang besar. karena bila hanya riak-riak kecil . maka keinginan itu akan disapu dengan enteng oleh politik kotor , manusia-manusia rakus.
tetapi bila keinginan itu masih kurang , tidaklah mengherankan. karena memang masih banyak rakyat indonesia yang masih mendukung rezim korupsi karena mereka juga juga demikian.
mereka sibuk mengucapkan selamat inilah itulah , tidak ada satupun yang berbuat untuk negara. bukan ucapan selamat yang dibutuhkan masyarakat, masyarakat butuh tempat bersandar, bukan janji janji partai yang busuk, dan palsu.
tak heran bila ada golongan masyarakat memanggil-manggil nama jokowi untuk jadi presiden, padahal abang kita yang satu itu baru saja menjabat jadi gubernur. karena apa , masyarakat butuh pemimpin , pengayom , pengatur kehidupan bermasyarakat. bukan yang hobby memperkaya diri.
tapi itu hanya segelintir, masyarakat yang mau pemimpin jujur itu baru seujung kuku. seandainya keinginan masyarakat telah meluap dan bersatu dan mengerucut pada pemimpin jujur, pasti akan mengerucut pada sebuah nama.seperti pada saat SBY terpilih menjadi presiden, suara rakyat bulat dan percaya , menaruh harapan pada sosoknya, tapi apa sekarang? setelah SBY menghianati suara rakyat , rakyat telah hilang percaya, dan tak ingin hidup lagi. bukankah hidup adalah pilihan , dan rakyat saat ini tak punya pilihan . siapakah yang dipercaya jadi pemimpin bangsa ini? tidak ada kesatuan suara untuk itu , bahkan mayoritaspun tak ada.
untuk mencari sang calon , maka itu harus lahir dari hati nurani rakyat , bukan tokoh yang diciptakan pers , karena pers di indonesia masih dipertanyakan obyektifitasnya. dan juga bukan calon-calon yang sudah basi dan sudah membosankan bagi masyarakat. sang calon lahir dari keinginan masyarakat untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, dan itu harus gelombang yang besar. karena bila hanya riak-riak kecil . maka keinginan itu akan disapu dengan enteng oleh politik kotor , manusia-manusia rakus.
tetapi bila keinginan itu masih kurang , tidaklah mengherankan. karena memang masih banyak rakyat indonesia yang masih mendukung rezim korupsi karena mereka juga juga demikian.
Kamis, 16 Mei 2013
emansipasi wanita dalam mencuci hasil korupsi
Ramai-ramai para wanita
pendamping pejabat korup di hujat , berbagai elemen praktisi hukum maupun
akademisi menunjukkan dasar hukum keterlibatan para isteri tersebut dalam pasal
pencucian uang . berbicara tentang cuci mencuci , memang wanita ahlinya .
karena seperti kata pepatah lama bahwa wanita itu sibuk di dapur , sumur ,dan
kasur . sejak dari dulu wanita itu wajib pandai mencuci , maka tak salah bila
dizaman korupsi seperti saat ini mereka memegang peran , meskipun itu bagian
cuci saja . para wanita yang luarbiasa ini tiba-tiba menjadi public figur .
setiap ganti channel tv , mereka tampil sebagai bintang tamu , dan dengan
penampilan yang sama sekali tidak memilukan . mereka tampil layaknya merasa
tidak bersalah dengan dalih mereka tidak tahu dari mana asal uang , dan harta
benda yang mereka terima . dan meskipun sebagian dari harta itu telah disita
oleh KPK , mereka tidak bisa semata – mata lepas tangan dan merasa suci . apalagi tak ada satupun dari mereka ini
mengaku ditipu atau dibohongi oleh suaminya . jadi sangat mudah menarik benang
merah dari kasus ini , tentu hal ini adalah tugas KPK , untuk lebih jeli dalam
melihat celah agar mereka mendapatkan sanksi yang semestinya .
Dan Tidak mudah untuk menjadi
tukang cuci semacam ini , perlu juga modal besar , bukan Cuma modal dengkul dan
sikat saja , itu terlalu oldfashion . tukang cuci zaman sekarang adalah wanita
yang cantik parasnya ,yang elok lekuk tubuhnya , bila perlu sekolahnya
tinggipula . karena apa ? yang akan disikat dan dicuci tidak main-main adalah hasil korupsi harta
negara , yang saking banyaknya di butuhkan banyak isteri untuk menghabiskannya
. bila isteri masih kurang , sekedar selingkuhanpun jadi. Yang penting bapak
pejabat senang ,harta melimpah dan pundi pundi penyimpanan bertambah banyak .
anehnya lagi , para wanita ini bukannya malu , bahkan mereka terlihat bangga
diwawancarai dari satu stasiun tv ke
stasiun tv yang lainnya . mau di bawa kemana arti emansipasi wanita Indonesia
kalau begini caranya? . layaknya peran wanita Indonesia seperti sudah surut ke
zaman sebelum RA KARTINI , tragis ! .
apakah saking emansipasinya sampai-sampai harus ikut-ikutan terlibat? , lalu
dimana sosok wanita yang katanya lemah lembut , dan penuh kasih ? berganti
menjadi wanita yang bermental materialistic , yang menilai kebahagiaan hanya
dari harta semata !
Percuma megawati menjadi presiden
, percuma krisdayanti menjadi penyanyi tenar , bila para wanita pejuang ini maju untuk mengangkat harkat dan
martabat wanita ,sementara di belakang mereka ada wanita yang bertindak sebaliknya menjadi tukang cuci harta korupsi dan
menikmati harta rampokan para suami-suami koruptor . apa kata dunia ? jangan
sampai wanita Indonesia di cap materialistis,dan bodoh . perilaku semacam ini
hanya akan membawa Indonesia ke masa-masa wanita belum mengenal pendidikan .
buat apa bersekolah tinggi-tinggi bila tidak dipakai membangun diri ,
keluarga , bangsa dan Negara? . jangan kembalikan masa – masa wanita hanya
sekedar perhiasan , karena perhiasan bisa dibeli dengan uang kotor sekalipun! .
Tak perlu menyebut nama-nama
mereka masyarakatpun sudah tahu wanita – wanita yang turut serta menikmati
harta korupsi tersebut . mereka ini hanyalah perlambangan dari ribuan bahkan
jutaan wanita-wanita penimbun harta Negara , harta yang seharusnya dinikmati
anak-anak sekolah yang tak pernah seutuhnya menikmati pendidikan gratis ,
seluruh rakyat miskin yang butuh kesehatan gratis , atau mungkin seharusnya
dipakai untuk memperbaiki jembatan kritis , memudahkan air di NTT ,dan NTB ,atau
sekedar memberikan kehidupan layak bagi rakyat papua . tapi siapa peduli? ,
suami korupsi isteripun ikut senang . mereka ini sangat kompak menari-nari
diatas penderitaan orang lain . ketika dinegara ini kaum wanitanya tidak
sensitive lagi terhadap masalah social masyarakat , maka pertanda kehancuran
Negara telah dekat . ketika para wanita tidak lagi kasihan melihat anak-anak
putus sekolah , menyeberangi jembatan maut , atau bahkan meninggal karena tidak
memiliki kartu tanda tak mampu maka wanita bukan hanya mundur kebelakang masa
RA KARTINI , tetapi mundur ke masa hokum rimba . ketika manusia saling mangsa ,
yang kuat yang berkuasa , dan yang lemah ditindas !
Negara ini sudah sangat rapuh
untuk menghadapi revolusi , ataupun reformasi jilid II . yang di butuhkan
sekarang ini adalah emansipasi wanita dalam memerangi momok menakutkan bangsa
ini yaitu korupsi . bukankah dalam sejarah diciptakannya wanita
adalah untuk menjalin kerja sama dengan kaum pria? . dan tentulah maksud TUHAN
YME adalah kerjasama yang positif tentunya , maka dari itu sudah layaknya para
kaum wanita yang tersesat kembali kejalur emansipasi yang sebenarnya , bukan
kembali kesumur untuk mencuci !
Kamis, 09 Mei 2013
TERORISME JURUS JITU UNTUK MERUSAK CITRA ISLAM
Penggerebekan teroris 8 mei 2013
di jawabarat kemarin ,mengingatkan kembali ingatan kita bahwa negara kita
sebagai tempat tumbuh suburnya kegiatan terorisme . tapi siapakah mereka?
Pejuang islamkah? Atau orang – orang yang diperdaya untuk merusak agamanya
sendiri ? . karena Nabi MUHAMMAD SAW tidak pernah merampok , tidak pernah
membunuh orang-orang yang tidak berdosa . Nabi Muhammad SAW tidak pernah
menghalalkan segala cara untuk memenangkan perang yang dipimpinnya , sebaliknya
dia adalah Nabi yang bijaksana , dan pemaaf .
Sejak lengsernya pak Harto , dan
mulainya penegakan HAM di Indonesia seolah menjadi mulus untuk gerakan-gerakan
radikal pengacau keamanan . ujung-ujungnya di kenal masyarakat sebagai kejahatan
terorisme . saking barunya kejahatan ini , produk hokum yang mengatur kejahatan
pada waktu itu belum dirampungkan dalam bentuk UU , dan baru mulai pada tahun
2002 baru sah uu terorisme misalnya perpu nomor 1 tahun 2002 , dan uu nomor 15
tahun 2003 .
Beberapa aksi terror menandai
eksistensi gerakan terorisme di Indonesia , misalnya saja bom bali I dan bom
bali II . dilihat dari lokasi eksekusi tentunya ini tidak bisa dikatakan semata
– mata sebagai balas dendam terhadap Negara-negara yang menyerang dan
menganiaya umat islam . justru sebaliknya penyerangan terorisme di Indonesia
justru untuk merusak islam di Negara yang mayoritas beragama islam . lalu apa
tujuan menghancurkan Indonesia ? dan untuk apa menghancurkan citra islam di
Indonesia mengingat pelakunya adalah warga Negara Indonesia sendiri?
Bila kita browsing di internet ,
dan berita-berita bawah tanah tentunya kita akan menemukan banyak berita
janggal seputar terorisme , seperti : bisakah sebuah kapal menghancurkan wtc di
amerika sana? Banyak saksi yang melihat sebelum tragedy 911 ,ada banyak paket
diduga bom dibawa masuk ke gedung kembar tersebut .ditambah lagi berita
teranyar bahwa sang gembong terorisme internasional OSAMA BIN LADEN adalah agen
CIA .
Jadi dari semua informasi
tersebut tentunya dapat di tarik benang merah : SEBUAH KEPENTINGAN HENDAK
MENGHANCURKAN ISLAM DENGAN MEMBUAT ISLAM ITU TAMPAK SEPERTI TERORISME . kenapa
tidak? Serangan 911 di balas amerika dengan invasi keafganistan , bila perlu
untuk menangkap teroris warga sipil jadi korban ( karena tidak melanggar HAM
menurut mereka) . padahal OSAMA BIN LADEN adalah agen CIA . jadi jelas ada
kepentingan menghancurkan islam dengan merekayasa tokoh penjahat yang nantinya
akan dikejar dan dan yang menangkapanya adalah kelompok yang menciptakan tokoh
itu sendiri , rencana yang sempurna .
Tetapi sebusuk busuk kebusukan
itu di sembunyikan pasti akan tercium juga . mereka menciptakan gerakan
memerangi dunia barat , dengan embel-embel agama islam. lalu mereka biayai
mulai dari perekrutan , cuci otak, suplai senjata dst. Lalu mereka akan tampil
sebagai pahlawan yang siap membantu menghancurkan jaringan terorisme itu ,
untuk apa? Untuk menghancurkan islam.
Dan untuk di Indonesia , banyak
pihak yang mendukung aksi terorisme itu bukan hanya untuk menciptakan
permusuhan terhadap islam tetapi Karena Indonesia itu KAYA . dan itu membuat
kelompok yang mempertuhankan uang untuk memecah belah persatuan bangsa ini ,
baik melalui terorisme , politik , dan separatism . ingatlah pada masa lalu ,
tidak ada konflik agama di Indonesia! semua intrik agama yang ada di Indonesia
diciptakan untuk menghancurkan islam guna memecah belah persatuan Indonesia .
dengan begitu , mudah menguasai perekonomian Indonesia . cukup ledakkan satu
bom maka ekonomi akan melemah untuk beberapa kurun waktu .
Jadi , mari perkuat persatuan dan
kesatuan .islam adalah agama yang penuh toleransi , dan islam bukanlah teroris
. terorisme adalah citra yang sengaja diciptakan dan ditempelkan pada agama
islam untuk mengaduk-ngaduk ekonomi dunia , termasuk Indonesia .
Karena tidak ada agama yang mengajarkan
kejahatan , kejahatan bersumber pada manusia itu sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)