Selasa, 08 April 2014

PENDIDIKAN ADALAH HARGA MATI UNTUK SEBUAH KEMERDEKAAN

sudah  6 presiden memimpin indonesia , namun tujuan bangsa kita mewujudkan kesejahteraan sosial masih jauh dari harapan. sudah 69 tahun merdeka namun , kesejahteraan belum merata , masalah hak azasi masih sulit di cerna oleh penyelenggara negara , tenaga kerja murah menjadi istilah baru untuk perbudakan.belum lagi iklim politik yang tidak sehat membuat kemajuan yang di harapakan tak kunjung merekah. yang ada hanya kesenjangan sosial , yang kaya semakin kaya , yang miskin semakin miskin. rakyat yang selama ini di perbodoh , dengan pemerintahan amburadul tidak sadar kalau di perbodoh . dengan sengaja pendidikan dasar tidak di gratiskan , agar yang bodoh tetap saja di perbodoh, supaya yang kaya tetap kaya. bila pilkada tiba , janji janji gratis pun di lempar kemasyarakat, pendidikan gratis utamanya. tapi apanya yang gratis ? yang gratis hanya udara , selebihnya bayar.
dengan pendidikan dasar yang gratis , taruhlah sampai lulus sma , yakin dan percaya taraf hidup sesorang tentunya akan meningkat. karena dia akan mudah diserap lapangan kerja , juga sudah memiliki basic yang cukup bila ingin menjadi enterpreneur. tapi kalau baru SD saja sudah susah.
dengan pendidikan , orang - orang mampu membedakan mana hak dan mana kewajiban . dan setidaknya mengenal hukum , walau sekedar garis besarnya saja.
selama ini penyelengara negara melaui aparat-aparatnya lebih bersikap sebagai tuan ketimbang pelayan masyarakat.coba lihat di amerika serikat! disana, dari pada pasukan damkar duduk santai di pos lebih baik ditugaskan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat . apalagi bagian pelayanan administrasi penduduk , mulai dari ktp,kk , sim semuanya butuh dana ekstra bila butuh pelayanan ekspres, padahal apanya yang susah?. dizaman teknologi canggih seperti ini, kejahatan seperti ini tak lagi populer , lihat tetangga kita yang maju. di saat negara lain berlomba-lomba memajukan teknologi, kita seperti menjadi ladang pasar yang menjanjikan,kita menjadi bangsa yang konsumtif, dengan pendapatan perkapita yang rendah. akhirnya lembaga pemasyarakatan disesaki pencuri kambuhan , karena tak mampu membeli akhirnya mencuri . sementara yang korupsi milyaran bahkan trilyunan, bebas berlenggak lenggok . itu semua karena apa? karena tingkat kecerdasan bangsa ini masih kurang , karena pendidikan kita mahal. akhirnya yang sekolah tinggi - tinggi itu tentunya anaknya si koruptor tadi , meskipun ada juga yang bukan anak koruptor. karena rendahnya tingkat kecerdasan , sangat mudah rakyat itu dijanji janji palsu, rentan untuk ditipu .
jadi siapapun kita ,seterbatas apapun kita wajib bagi para orang tua untuk menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya, jangan tunggu sampai gratis. bila perlu biar anak-anak itu yang nantinya akan meneruskan cita-cita itu. dengan pendidikan kita lawan korupsi , pelanggar HAM , dan penjahat keadilan. semakin banyak orang cerdas , semakin kecil kemungkinan untuk di perbodoh. saatnya kita menikmati hasil bumi dan lautan bangsa kita , kenapa mengemis padahal itu milik kita.
lalu si apatis akan berkata ada banyak orang pintar yang kerjanya membodoh bodohi orang. itu mereka, bukan kita. yang salah jangan di jadikan contoh, mari bersatu wujudkan masyarakat yang berpendidikan untuk INDONESIA MERDEKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar